SEJARAH DESA

 

Sebelum Desa Mandiro berdiri di Desa ini terdapat sebuah Goa yang disebut “Goa Kalilawar”. Goa dipergunakan untuk bersembunyi para pejuang zaman penjajahan, lokasinya sekarang di RT. 12/RW.IV Dusun Jawa. Goa ini menjadi saksi bisu perjuangan para pejuang saat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Saat pembacaan teks proklamasi para pejuang menancapkan bendera merah putih di goa tersebut. Mandiro berasal dari bahasa Madura yang artinya Bendera. Sejak saat itu dinamakanlah desa ini menjadi “Desa Mandireh”. Namun banyak orang yang kesulitan memanggil “Mandireh” maka, banyak yang mengucapkan Mandiro bukan lagi Mandireh. Sejak saat itulah disebut sebagai “Desa Mandiro” dan mulai dikenal oleh khalayak umum sebagai desa yang memiliki kekayaan alam yang bagus berupa tiga aliran sungai yang sangat deras dan indah.

Desa Mandiro terletak di Kecamatan Tegalampel Kabupaten Bondowoso. Desa mandiro memiliki 8 dusun yaitu Dusun Lumbung, Dusun Jawa, Dusun Masjid, Dusun Madrasah, Dusun Zenab, Dusun Karangasem, Dusun Krajan I dan Dusun Krajan II. Di desa ini terdapat 3 aliran sungai yang dipergunakan untuk irigasi masyarakat setempat,  mayoritas mata pencaharian masyarakat Mandiro di sektor pertanian terutama Padi, tembakau dan tebu. Selain bercocok tanam di sawah, masyarakat  desa Mandiro memiliki  usaha cetakan kue dan kripik singkong yang sudah banyak dikenal masyarakat desa.

 

Lewat ke baris perkakas